Ketika niat untuk membeli rumah sudah bulat, pasti masih terdapat banyak pertimbangan lain yang harus dipikirkan oleh calon pembeli.

Terlebih jika calon pembeli rumah tersebut hendak menggunakan pinjaman dari bank untuk memenuhi biaya pembelian rumah atau yang sering disebut dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Pada beberapa kesempatan, calon pembeli rumah akan tergiur oleh produk KPR saat melihat promosi berupa cicilan ringan dan bunga fixed. Namun promosi tersebut tidak serta merta akan cocok dan baik untuk calon pembeli.

Lantas bagaimana untuk menentukan produk KPR mana yang terbaik untuk kesehatan keuangan Anda?

Supaya tidak menyesal di kemudian hari, ada baiknya jika Anda memilih Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berdasarkan kondisi dan kebutuhan, serta rencana keuangan Anda.

Berikut ini beberapa skenario yang telah dirangkum untuk memudahkan Anda dalam memilih KPR mana yang paling tepat.

1 Saya Ingin Cicilan Seringan Mungkin, Lalu Apa Pilihan KPR yang Paling Bagus untuk saya?

Setelah melakukan perhitungan mulai dari pengeluaran bulanan hingga biaya kebutuhan hidup lainnya, ternyata sisa budget untuk membayar cicilan rumah tidak terlalu besar.

Agar Anda tetap bisa mencicil namun dengan jumlah tagian seringan mungkin, Anda bisa memilih fasilitas KPR dengan jangka waktu (tenor) paling lama.

Saat ini, sudah cukup banyak bank yang menyediakan pilihan tenor hingga 25 tahun.

Agar bisa mengajukannya, ada syarat khusus yang perlu dipenuhi yaitu, usia tidak boleh melebihi 55 tahun (untuk karyawan) dan 60 tahun (untuk pengusaha) saat masa cicilan berakhir.

2 Saya Ingin Cicilan yang Stabil agar Bisa Membuat Perencanaan Keuangan Jangka Panjang dengan Mudah.

Melihat skenario tersebut, Anda dapat menggunakan produk KPR Syariah dengan akad jual beli (murabahah).

Jenis pembiayaan ini tidak menggunakan bunga seperti pada produk KPR konvensional lainnya. Hal ini dikarenakan keuntungan bank telah ditetapkan bersama di awal akad.

Oleh sebab itu, nantinya cicilan KPR akan menjadi flat atau stabil.

Adapun skema KPR Syariah ialah bank akan membiayai pembelian rumah dengan membelinya terlebih dulu.

Setelah itu, rumah dijual pada nasabah dengan tambahan marjin sebagai keuntungan dan akan dibayar melalui cicilan yang besarannya sudah ditentukan bersama.

Setelah cicilan lunas, nantinya bank akan menyerahkan sertifikat rumah, sehingga hak milik sepenuhnya akan dipegang oleh nasabah.

3 Saya Kemungkinan Akan Mendapatkan Uang Tambahan dan Nantinya Ingin Dipakai untuk Melunasi Sebagaian Pinjaman KPR. Program Apa yang Dapat Saya Pilih Agar Tidak Dapat Penalti?

Sebagian produk KPR memiliki penalti ketika kita hendak melakukan pelunasan ataupun pembayaran sebagian besar hutang kita dalam sekali waktu.

Namun untuk mengatasinya terdapat skema yakni KPR floating upfront. Produk KPR ini merupakan produk yang bunga KPR-nya sudah terhitung floating sejak awal cicilan dimulai (tidak ada masa fixed).

Program pembiayaan perumahan ini mendukung pelunasan sebagian tanpa dikenai penalti.

Kelebihan lain, besaran bunga floating-nya pun akan lebih rendah dibandingkan dengan bunga floating program KPR yang memiliki masa fixed pada umumnya.

4 Saya Memiliki Anak yang Masih dalam Usia Balita dan Saya Ingin Dapat Melunasi Cicilan Sebelum Mereka Masuk Kuliah. Apa Jenis KPR Paling Bagus?

Sebelum memilih produk KPR yang Anda inginkan, sebaiknya mulailah untuk memperkirakan berapa lama waktu anak Anda ketika hendak masuk kuliah pada masa mendatang.

Lebih kurang perkiraan waktu yang dibutuhkan sebelum anak Anda masuk kuliah yakni antara 12-15 tahun mendatang.

KPR dengan jangka waktu cicilan paling singkat dapat menjadi solusinya yaitu 5, 10, atau 15 tahun. Jenis pembiayaan ini akan membuat kamu bisa mencicil dengan lebih cepat.

Namun pembiayaan ini juga memiliki resiko yakni jumlah tagihan bulanan yang cukup tinggi harus ditanggung oleh nasabah selama masa cicilan rumah berlangsung.

5 Penghasilan Saya Kecil dan Tidak Mampu Mencicil Rumah dengan KPR. Apakah Ada Solusi Pembiayaan Lain?

Jika Anda memiliki gaji kecil yang lebih kurang dibawah Rp4 juta, ada baiknya untuk memanfaatkan program subsidi dari pemerintah.

Program subsidi ini bernama Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Bantuan khusus Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) ini memiliki fasilitas DP 1% dan bunga flat 5%.

Bunga yang dikenakan ini jauh lebih ringan dibandingkan dengan KPR konvensional jumlahnya sekitar 11%-14%.

Pengajuan FLPP ini bisa dilakukan melalui bank yang telah bekerja sama dengan pemerintah. ***

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *