Setiap rumah tangga pasti menghasilkan sampah atau limbah berupa limbah padat dan limbah cair. Limbah padat ini tidak lain ialah sampah, baik itu sampah organik maupun sampah non-organaik hingga sampah elektronik.

Menurut Tchobanoglous dalam Suhartono (2009), limbah domestik atau dikenal dengan sebutan limbah rumah tangga adalah sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari yang terjadi dalam rumah tangga (tidak termasuk tinja dan sampah spesifik).

Data nasional tahun 2018 menunjukkan bahwa 62 persen sampah di negeri ini dihasilkan dari sampah domestik atau sampah dari aktivitas rumah tangga. Merujuk pada data Statistik Lingkungan Hidup Indonesia yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS), sejauh ini hanya 1,2 persen rumah tangga yang mendaur ulang sampahnya.

Mengingat dalam pemenuhan kebutuhan harian kitalah yang menghasilkan sampah tangga tersebut, maka kelestarian lingkungan pun secaara tidak langsung juga menjadi tanggung jawab dari kita bersama.

Pelestarian lingkungan ini patut dilaksanakan untuk menghindari berbagai permasalahan mulai dari penyebaran penyakit, hingga kawasan yang kumuh karena sampah yang dibuang disembarang tempat.

Lalu cara yang tepat untuk menjaga kelestarian lingkungan ini adalah dengan mengolah limbah rumah tangga tersebut menjadi hal yang lebih bermanfaat.

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengelola limbah rumah tangga secara tepat:

Memilah Sampah

Pemilahan sampah penting untuk dilakukan, pasalnya sampah memiliki beberapa karakteristik. Terdapat sampah yang mudah terurai atau sampah organik dan sampah anorganik. Anda bisa menyiapkan tempat untuk sampah organik dan sampah anorganik agar tak tercampur.

Selain itu, Anda juga bisa menyiapkan wadah untuk sampah kering yang dapat diolah kembali. Biasanya, di tempat umum pun diberlakukan kategori sampah tersebut yang ditandai dengan warna tempatnya.

Memanfaatkan Sampah Organik

Sampah organik yang telah dikelompokkan bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal. Salah satunya dengan diolah menjadi pupuk kompos untuk berkebun. Selain itu, sampah organik juga bisa dijadikan sebagai pakan ternak.

Mengolah Sampah Anorganik

Sampah anorganik kering dapat Anda olah menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan lagi, misalnya botol untuk tempat alat tulis, pot tanaman, atau tempat lainnya. Anda pun Bisa mengumpulkannya kemudian menyerahkannya ke bank sampah.

Meminimalisir Penggunaan Plastik

Anda sebaiknya lebih bijak dan meminimalisir penggunaan plastik. Seperti halnya gerakan diet kantong plastik yang akhir-akhir ini banyak dijalankan masyarakat merupakan langkah nyata peduli kita terhadap lingkungan.

Sebetulnya, pemerintah di beberapa daerah pun ada yang menetapkan harga pembelian plastik saat belanja. Hal tersebut diharapkan agar masyarakat mau membawa kantong belanja sendiri yang dapat digunakan berulang kali. Selain belanja dengan membawa kantong kain/ goodie bag sendiri, biasakan untuk membawa alat makan maupun tumbler pribadi untuk mengurangi banyaknya sampah atau limbah rumah tangga.

Sisa Minyak Jelantah

Setelah selesai memasak, biasanya ada sisa minyak jelantah yang tak terpakai. Jangan dibuang ke saluran pembuangan dapur ataupun wastafel ya. Karena bisa berdampak tidak baik, yaitu menyumbat pipa dan lebih parahnya lagi, mencemari air di daerah kita.

Baiknya simpan dalam wadah khusus, dinginkan dan kita bisa sumbangkan ke instansi pengolahan minyak. Sisa minyak tersebut kemudian dapat diolah menjadi biodiesel yang merupakan bahan bakar non toksik.

Mengelola Sampah Berbahaya

Seperti apakah sampah yang berbahaya itu? Jenis sampah yang mengandung bahan kimia seperti halnya baterai ataupun sisa botol dan tempat tinta. Jangan dibuang di tempat sampah biasa atau bahkan dibuang sembarangan. Karena bisa jadi pencemaran lingkungan. Solusinya adalah dengan memisahkannya, kemudian menyerahkannya ke pusat daur ulang sampah yang dapat mengelolanya dengan benar. ***

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *